Telan Anggaran Rp 19,6 Miliar, Proyek Renovasi 12 Madrasah di Sigi Mulai Dikebut

 

​SIGI, faktabaruu.net – Pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sigi terus menggeliat. Proyek strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk rehabilitasi dan renovasi madrasah kini tengah memasuki tahap konstruksi fisik yang intensif.

​Pantauan redaksi faktabaruu.net di lokasi pada Sabtu (07/02/2026), aktivitas pekerjaan terlihat sibuk di Jalan Poros Palu-Kulawi, Desa Tulo, Kecamatan Dolo. Sejumlah material bangunan seperti batu kali, pasir, dan besi beton sudah memadati area proyek.

​Para pekerja tampak fokus mengerjakan struktur bawah (sub-structure). Pondasi bangunan telah terpasang kokoh, sementara rangkaian besi cor (kolom) mulai berdiri tegak, menandakan bangunan ini akan segera naik ke struktur utama.Target 12 Madrasah

Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini bernama "Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Sulawesi Tengah 1". Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan melalui APBN mencapai Rp 19.685.279.000,- (Sembilan belas miliar enam ratus delapan puluh lima juta rupiah).

​Proyek yang dikerjakan oleh PT. Karya Putera Mandiri Adisarana ini memiliki target waktu pelaksanaan 240 hari kalender. Terhitung sejak pertengahan November 2025, proyek ini diharapkan rampung sepenuhnya pada Juli 2026 mendatang.

​Adapun 12 madrasah yang mendapat sentuhan perbaikan ini meliputi:

​MTSS Alkhairaat Dolo Kotapulu MAS Alkhairaat Dolo Kotapulu MAS Nida'ul Khairaat

​MTSS Alkhairaat Kalukubula MTSS Alkhairaat Biromaru

​MTSS Darussalam MIS An-Naarojil

​MIS Alkhairaat Pombewe MTSS Alkhairaat Baluase

​MTSS Alkhairaat Sibalaya MTSS Vatunonju

​MTSS Alkhairaat Tulo Harapan Masyarakat

Pembangunan ini disambut positif oleh masyarakat sekitar, khususnya para orang tua siswa. Kehadiran fasilitas pendidikan yang layak dinilai sangat krusial untuk menunjang semangat belajar anak-anak di wilayah Sigi.

​"Tentu kami sangat bersyukur. Kalau gedungnya bagus, anak-anak pasti lebih nyaman belajar. Semoga pengerjaannya lancar dan tidak mangkrak, supaya tahun ajaran baru nanti fasilitasnya sudah bisa dinikmati," ujar salah seorang warga di sekitar lokasi proyek yang enggan disebutkan namanya.

​Senada dengan itu, perbaikan ini juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Sulawesi Tengah agar mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya. Dengan sisa waktu pengerjaan sekitar 5 bulan lagi, pihak kontraktor diharapkan dapat memaksimalkan kinerja agar proyek selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik. (Tim Redaksi