faktabaruu.net SIGI – Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi bukti nyata buruknya pengawasan pengerjaan infrastruktur. Proyek di bawah naungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu ini runtuh seketika saat diinjak warga pada Jumat (07/02/2026), memicu dugaan kuat bahwa proyek tersebut dikerjakan asal-asalan.
Warga setempat menyoroti kualitas fisik bangunan yang sangat rapuh. Berdasarkan temuan di lapangan, dugaan campuran semen pada pondasi saluran sangat minim, bahkan cenderung hanya mengandalkan pasir untuk merekatkan batu. Hal ini mengindikasikan adanya indikasi pengurangan spesifikasi teknis demi keuntungan sepihak.
"Ini sangat ironis. Campuran semennya tidak ada sama sekali, cuma pasir saja yang dipakai pasang batu. Baru diinjak sedikit saja langsung runtuh, binatang lewat saja di atasnya bisa roboh," ujar salah satu warga Dusun Dua, Desa Ampera, dengan nada kecewa.
Selain campuran semen yang dipertanyakan, warga juga menyoroti ketiadaan galian pondasi yang memadai. Proyek sepanjang seribu meter lebih yang diduga dikerjakan oleh PT. Nindya Karya ini disinyalir dikejar target akibat waktu pengerjaan telah melewati batas kontrak. Akibatnya, kualitas pekerjaan terabaikan dan mengancam distribusi air ke lahan pertanian warga.
Ambruknya struktur irigasi ini jelas merugikan petani dan menunjukkan lemahnya pengawasan dari BWS Sulawesi III selaku pemilik proyek. Warga mendesak pihak berwenang untuk turun tangan, membongkar struktur yang gagal, dan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor yang mengabaikan keselamatan serta kualitas bangunan demi progres fisik belaka.(Tim Redaksi Red)
