faktabaruu.net PALU – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di kawasan Jalan Touwa, Kecamatan Palu Selatan. Hanya berselang satu hari setelah diberitakan pada tanggal 23, lubang yang dinilai membahayakan pengendara tersebut langsung ditangani.
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulteng, Faidul Keteng, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan pada tanggal 24 untuk melakukan penanganan darurat. Lubang yang sebelumnya menganga kini telah ditutup menggunakan material pasir batu (sirtu).
Prioritas Keselamatan PengendaraLangkah cepat ini diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat memakan korban jiwa. Faidul menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama dalam pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi.
"Kami langsung respon cepat. Tanggal 24 sudah ditangani dengan melakukan penimbunan sirtu di lubang Jalan Touwa tersebut," ujar Faidul Keteng kepada awak media.
Ia juga menambahkan bahwa tindakan ini dilakukan agar tidak ada lagi kekhawatiran dari masyarakat saat melintasi jalur tersebut. "Jangan sampai ada makan korban, ini jalan harus segera aman untuk dilalui," tegasnya.
Sebelumnya, kondisi Jalan Touwa sempat dikeluhkan warga karena adanya lubang dalam yang dianggap sebagai "lubang maut", terutama saat malam hari karena minimnya penerangan di titik tertentu.
Dengan penimbunan sirtu ini, arus lalu lintas di Jalan Touwa terpantau kembali lancar. Masyarakat mengapresiasi langkah taktis Dinas Bina Marga Sulteng yang tidak membiarkan keluhan warga berlarut-larut. Meski baru berupa penimbunan material, langkah ini dinilai efektif sebagai solusi jangka pendek sebelum dilakukan pengaspalan permanen.
(Enal)
