faktabaruu.net PALU – Kinerja Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah kembali disorot. Ruas Jalan Touwa, Kecamatan Palu Selatan, kini berubah menjadi "jebakan maut" bagi pengendara akibat lubang besar yang dibiarkan menganga tanpa penanganan serius.
Kondisi jalan provinsi ini kian mencekam saat hujan turun. Genangan air menyamarkan lubang dalam tersebut, siap mencelakakan siapa saja yang melintas. Meski ancaman nyawa di depan mata, respons pemerintah dinilai lamban dan berbelit.
Ardianto (40), warga setempat, meluapkan kekecewaannya. Ia menilai pemerintah seolah tutup mata.
"Ini sangat membahayakan. Apakah harus ada nyawa melayang dulu baru diperbaiki? Kami harap Bina Marga segera bertindak, jangan cuma diam," tegas Ardianto, Kamis (23/01/2026).
Ironisnya, saat dikonfirmasi, pihak berwenang justru sibuk mencari kambing hitam. Kepala Seksi Jalan Dinas Bina Marga, Mamat, yang dihubungi pada 15 Januari 2026, menolak disalahkan sepenuhnya. Ia berdalih kerusakan itu akibat ulah pipa PDAM yang bocor.
"Itu pipa air bocor, harusnya PDAM turun tangan perbaiki dulu," kilah Mamat.
Akibat ego sektoral dan saling tunggu ini, warga Palu dipaksa bertaruh nyawa setiap hari di atas aspal yang rusak, sementara dua instansi terkait belum menunjukkan sinergi untuk menutup lubang tersebut. (Enal Red)
