faktabaruu.net -POSO,-Jika musim penghujan, warga Desa Banyusari Kecamatan Lore Utara Kabupaten Parigi Poso, Provinsi Sulteng harus esktra waspada akibat ancaman banjir yang sering melanda wilayah setempat.
Dangkalnya daerah aliran sungai pombala (DAS) Banyusari menjadi potensi penyebab air meluap dan mengancam pemukiman warga serta lahan pertanian warga.
Hingga saat ini, belum ada perhatian dari pemerintah baik BWSS Sulteng maupun Dinas Cikasda Provinsi Sulteng untuk melakukan normalisasi sungai yang setiap musim hujan menghantui warga setempat.
Kepala Desa Banyusari, Sawin yang dikonfirmasi di kediamannya, Minggu (05/02-2023) mengaku dangkalnya permukaan sungai Banyusari disertai saat musim penghujan, terjadi peningkatan debet aliran air sungai sehingga tidak bisa tertampung dan mengakibatkan aliran air sungai pombala sampai ke pemukiman penduduk bahkan merusak lahan pertanian warga.
Menurut pengakuan Kades Sawin, pada tahun 2022 lalu, pada saat banjir, kurang lebih 75 hektar tanaman bawang warga terkena imbasnya.
"Sekitar 75 hektar tanaman bawang terendam banjir.Akhirnya gagal panen.Kerugian warga ditafsir mencapai ratusan juta," kata Sawin.
Kades Sawi mengungkapkan bahwa pemerintah desa sudah berkoordinasi dan menyampaikan pengajuan normalisasi sungai ke Pemerintah Daerah namun belum terealisasi.
“Hal itu (pengajuan normalisasi) sudah kami sampaikan berkali-kali ke pemerintah daerah dari tahun-tahun sebelumnya.Namun hingga kini belum direspon," ungkapnya.
Selain itu, Kades Sawin juga menghimbau kepada masyarakat desa Banyusari melalui seluruh kepala dusun agar selalu tetap siaga dan waspada terkait masih meningkatnya debit air di sungai Banyusari.
“Kami sudah menghimbau kepada masyarakat, meskipun belum menimbulkan banjir, namun peningkatan debit air saat ini harus tetap kita waspadai, khususnya di pinggir sungai Banyusari,” tandasnya.(*REDAKSI*)
