faktabaruu.net TOUNA – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah bergulir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Dinas PUPR tetap konsisten menjalankan program normalisasi sungai dan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di sejumlah titik strategis.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penjabaran visi dan misi Bupati Ilham Lawidu dan Wakil Bupati Hj. Surya Lapasiri, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian, penanggulangan banjir, serta membuka akses transportasi bagi masyarakat pedesaan.
Kepala Dinas PUPR Touna, Asfan Supu, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk melayani kebutuhan mendesak warga. Ia memilih strategi maksimalisasi sumber daya internal agar roda pembangunan tidak terhenti.
"Walaupun masih dalam kondisi efisiensi anggaran, kami terus mencari solusi agar program pembangunan tetap berjalan sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Asfan, Rabu (06/05/2026). Andalkan Alat Berat Sendiri dan Kolaborasi Lintas Bidang
Strategi utama yang diterapkan adalah dengan memanfaatkan alat berat milik dinas serta memperkuat kolaborasi lintas bidang, mulai dari Jasa Konstruksi, Bina Marga, hingga Sumber Daya Air (SDA).
Asfan menjelaskan, biaya yang dikeluarkan saat ini relatif kecil karena hanya diperuntukkan bagi kebutuhan teknis di lapangan.
"Anggaran sangat kecil. Biaya yang digunakan hanya untuk upah helper, operator alat berat, pengawas, makan minum pekerja, dan BBM alat berat milik Dinas PUPR,” jelasnya.
Meski dengan dana terbatas, progres di lapangan menunjukkan hasil nyata. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang tiga kilometer di Desa Mantangisi dan normalisasi Sungai Dusun 1 Lere yang berhasil dituntaskan hanya dalam waktu dua pekan.
Normalisasi Sungai Jadi Prioritas Mitigasi Banjir Senada dengan Kadis, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Touna, Faisal Sanang, menyebutkan bahwa normalisasi sungai menjadi prioritas utama. Hal ini berkaitan langsung dengan perlindungan infrastruktur dan lahan produktif milik petani.
"Program normalisasi sungai tetap berjalan sebagai prioritas meskipun di tengah efisiensi anggaran,” kata Faisal.
Hingga saat ini, beberapa aliran sungai telah berhasil dinormalisasi, di antaranya Sungai Toba, Sungai Bailo, Sungai Ampana, dan Sungai Dusun 1 Lere. Saat ini, tim di lapangan juga sedang fokus pada pengerukan di Sungai Sivu, Sungai Ueroli, serta normalisasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Sabo-Uetoli sepanjang 300 meter.
Faisal menambahkan, perhatian khusus diberikan pada Sungai Borone di Dusun Sivu karena wilayah tersebut kerap dilanda banjir saat intensitas hujan tinggi.
"Perbaikan jalan di tiga titik dilakukan akibat kerusakan yang dipicu banjir Sungai Borone di Dusun Sivu. Normalisasi ini bertujuan mengurangi risiko banjir, menjaga akses jalan warga, serta melindungi areal pertanian dari luapan air dan abrasi,” pungkasnya.
Pekerjaan masif ini tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Kelurahan Uentanaga Atas, Desa Kajulangko, Dusun Sivu, Desa Urundaka, hingga Kecamatan Ampana Tete. (Editor/Red)
